Sensasi Kenikmatan Tahu Gejrot Khas Cirebon

Sensasi Kenikmatan Tahu Gejrot Khas Cirebon

Tahu gejrot. Mendengar kata itu apa yang kalian pikirkan ? Ya, Tahu Gejrot adalah jajanan khas dari kota Cirebon. Bagi kalian yang sudah pernah berkunjung ke Cirebon tentu tidak asing lagi dengan jajanan yang satu ini, karena jajanan ini sudah menjadi salah satu jajanan yang terkenal dari Cirebon.

 

Jajanan yang satu memang unik, mendengar namanya saja sudah membuat kita bertanya-tanya, kenapa bisa diberi nama Tahu Gejrot ?

Tahu Gejrot

Tahu gejrot adalah makanan khas Cirebon, Jawa Barat. Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong kecil yang dimakan dengan kuah nya yang terbuat dari air, gula jawa, asam jawa, bawang merah dan cabe rawit yang kemudian disajikan di tembikar kecil mirip seperti piring. Tahu gejrot merupakan jajanan tradisional khas daerah Cirebon yang disukai mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas. Tahu yang digunakan adalah tahu Sumedang yang isinya sedikit, membuat sensasi kenikmatan karena kuah nya yang meresap kedalam tahu akan keluar saat kita memakannya. Cara memakannya juga unik, dimana kita menggunakan satu lidi kecil atau biasanya menggunakan tusuk gigi untuk menusuk tahu yang telah dipotong-potong itu.

Sensasi Kenikmatan Tahu Gejrot Khas Cirebon
Sensasi Kenikmatan Tahu Gejrot Khas Cirebon

Dalam penyajiannya, ada beberapa pedagang yang menyajikan tahu gejrot dengan ciri khasnya sendiri. Ada yang hanya menyajikan dengan kuahnya saja dan ada juga ditambahkan bumbu lain.

 

Sejarah Penamaan Tahu Gejrot

Seperti yang sudah saya dijelaskan sebelumnya, tahu gejrot merupakan jajanan khas Cirebon yang bahan dasarnya adalah tahu Sumedang yang diberi bumbu dan diramu. Bumbu-bumbu ini terdiri atas air, air asam, gula merah, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dimana semua bumbu itu dihaluskan dan dicampurkan lalu dimasukkan kedalam botol. Yang konon, asal mula pemberian nama gejrot pada jajanan ini berasal dari suara yang dihasilkan saat kuah nya dituang pada tahu yang telah disajikan.

 

Tahu yang sudah dipotong dan disajikan di atas tembikar yang berbentuk seperti piring kecil yang kemudian diberi kuah dari dalam botol. Saat bumbu dalam botol dituangkan maka akan menghasilkan suara yang berbunyi “jrot-jrot”. Dan dari sinilah awal pemberian nama tahu gejrot ini.

Kuah Yang Sedang Dituangkan
Kuah Yang Sedang Dituangkan

Banyak berita diluar sana yang mengatakan bahwa Tahu Gejrot sudah ada sebelum Indonesia merdeka, namun tepatnya tanggal dan tahun pembuatan jajanan khas Cirebon ini belum dipastikan secara jelas.

 

Pedagang Tahu Gejrot

Di wilayah asalnya sendiri, tahu gejrot khas Cirebon ini sangat mudah dijumpai mulai dari pedesaan hingga di sudut-sudut kota. Seperti pedagang pada umum nya, para pedagang tahu gejrot pun terdiri dari kalangan perempuan dan laki-laki. Dimana biasanya pedagang laki-laki menggunakan pikulan untuk menjajakan barang dagangannya, sedangkan pedagang perempuan menggunakan tampah yang diusung diatas kepala sebagai ciri khas meraka yang berisikan tahu, bumbu, dan tempat sajian tahu gejrot yang khas.

Pedagang Tahu Gejrot
Pedagang Tahu Gejrot

Namun dengan seiring perkembangan jaman, para pedagang beralih menggunakan gerobak untuk mejajakan dagangan nya. Tentu saja ini sangat menguntungkan para pedagang karena lebih sedikit tenaga yang digunakan ketimbang menjajakan dagangan dengan dipikul atau diusung diatas kepala, karena ketika menggunakan gerobak para pedagang hanya perlu mendorong gerobaknya.

 

Tentu tidak semua pedagang beralih menggunakan gerobak dengan beberapa alasan yang mereka gunakan. Kita masih dapat menjumpai pedagang tahu gejrot yang menjajakan dagangannya dengan cara dipikul atau diusung diatas kepala, namun akan sulit untuk menemukannya.

 

Sekian artikel dari saya tentang Tahu Gejrot dan Sejarah Penamaan Tahu Gejrot tentunya, semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan menjadi daya tarik bagi para pembaca yang ingin menikmati Sensasi kenikmatan Tahu Gejrot Khas Cirebon ini.